IMPLEMENTASI TEORI ADVOCACY DALAM UJIAN NASIONAL DI MADRASAH

BAB I PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, dirumuskan bahwa fungsi dan tujuan pendidikan adalah berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab (bab II pasal 3).Mengenai isu yang mengatakan bahwa Ujian Nasional (UN) tidak akan dilaksanakan lagi pada tahun 2011 ternyata merupakan angin lalu. Nyatanya UN tetap dilaksanakan di tahun 2011. Oleh karena itu, kemungkinan besar UN akan tetap dilaksanakan di tahun 2012 ini.Ujian Nasional merupakan sesuatu yang tidak asing lagi di dalam dunia pendidikan. Ujian Nasional merupakan tahap akhir evaluasi belajar siswa dalam menyerap ilmu yantg diterimanya di sekolah. Ujian Nasional merupakan kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan dan pelaksanaannya dilaksanakan oleh lembaga-lembaga seperti SD/MI, SMP/MTs. dan SMA/MA/SMK dengan tujuan agar siswa mengetahui kemampuannya serta mengukur kemampuannya dalam menyerap ilmu yang diterimanya di sekolah yang bersangkutan.

Bagaimana sebenarnya pandangan dan harapan masyarakat terhadap penyelenggaraan Ujian Nasional di madrasah. Studi ini penting dilakukan karena masyarakat sebagai pengguna pendidikan di madrasah yang hidup di era lobal ini, diasumsikan memiliki pandangan dan harapan yang mungkin sama atau tiak sama dengan pandangan dan harapan pembuat kebijakan pendidikan, khususnya terkait dengan penyelenggaraan Ujian Nasional di madarasah yang dipersepsi masyarakat saat ini.[1]

Dalam hal ini pemakalah berusaha memberikan penjelasan tentang bagaimana mengimplementasikan teori advocacy dalam ujian nasional. Baca lebih lanjut