TIGA MODEL PENGUATAN (PENGUATAN KURIKULUM, PEMBELAJARAN DAN KELEMBAGAAN) DALAM PENDIDIKAN ISLAM

A. PENDAHULUAN

Ilmu pengetahuan Islam secara umum mengajarkan yang ma’ruf (amar ma’ruf) dan mencegah kemunkaran (nahi munkar) yang berdasar pada al-Qur’an dan as-Sunnah. Pendidikan Islam mengupayakan pendalaman iman dan ilmu, sebagaimana yang dipopulerkan M. Iqbal dengan keseimbangan dzikir dan pikir. Adanya dua unsur tersebut akan mampu merealisasikan ketenangan dan kemantapan jiwa anak serta memberikan landasan yang kuat bagi anak dalam menghadapi pasang surut kehidupannya kelak.
Pendidikan Islam memiliki watak progresif, berorientasi untuk maju dan semakin meningkatkan kualitas dalam kancah dunia edukasi. Pendidikan Islam yang diwakili oleh madrasah dan pesantren memiliki cara-cara spesifik dalam usaha penguatan jati dirinya, baik dalam lingkup kurikulum, pembelajaran, maupun kelembagaan. Tiga lingkup penguatan ini menarik untuk dikaji, sehubungan dengan citra madrasah dan pesantren semakin teralienasi akibat pengaruh arus globalisasi. Demikian pula dengan pendidikan agama Islam, sebagaimana yang telah kita ketahui telah banyak menyumbangkan saham dalam perbaikan dan peningkatan budi pekerti bangsa, baik secara formal maupun non formal seperti pengajian, majlis ta’lim, halaqah di masjid, dan di institusi keagamaan lainnya. Baca lebih lanjut
Iklan