LEASING DALAM PERSPEKTIF FIQIH

ImageI. PENDAHULUAN

Dewasa ini, menjadi wirausaha merupakan pilihan alternative bagi para pencari kerja dalam memenuhi tuntutan hidup. Usaha tersebut bisa diciptakan dalam bentuk industry rumah tangga (home industry), industry kecil menengah (mikro), maupun perusahaan dalam skala makro. Namun, minat menjadi wirausaha kerap kali terbentur dengan masalah modal pengadaan alat, sarana prasarana usaha yang terbilang tidak kecil ongkosnya.

Demikian pula sifat konsumtif yang merebak di kalangan masyarakat dalam memenuhi hajat hidupnya, membuat mereka menempuh beberapa jalan yang sebenarnya tidak diperkenankan oleh syara’, bahkan merugikan mereka di kemudian hari. Salah satu jalan tersebut adalah financial lease atau yang sering disebut leasing untuk mendapatkan modal usaha atau hanya sekedar memenuhi kebutuhan kerja (seperti membeli mobil, sepeda motor, dsb). Ketika mereka terjebak dalam situasi yang sulit, sehingga tidak bisa membayar uang cicilan, akhirnya barang/modal yang semula diharapkan memberi keuntungan malah raib diambil kembali oleh pihak bank/ perusahaan leasing.

Bank Syariah yang memiliki misi mewujudkan keadilan dan kesejahteraan ekonomi social, memiliki peran strategis dalam menanggapi permasalahan tersebut. Dengan berpedoman pada nilai-nilai Islam, Bank Syariah memberikan alternative terhadap praktik-praktik ekonomi yang dilarang oleh syariat, namun sudah menjadi budaya dan kebutuhan masyarakat. Salah satunya adalah alternative bank syariah terhadap transaksi leasing. Baca lebih lanjut

Iklan

KONSTRUKSI EPISTEMOLOGI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI)

ImageI. PENDAHULUAN

Pendidikan Islam seringkali dikesankan sebagai pendidikan yang tradisional dan konservatif. Hal itu wajar karena orang memandang bahwa kegiatan pendidikan Islam dihinggapi oleh lemahnya penggunaan metodologis pembelajaran yang cenderung tidak menarik perhatian dan memberdayakan. Jika problem tersebut tidak segera ditanggapi secara serius dan berkelanjutan, maka peran pendidikan Islam akan kehilangan daya tariknya.

Menurut pengamatan Amin Abdullah (1998), bahwa kebanyakan pendidikan Islam masih menggunakan pola konvensional-tradisional, tidak saja yang terjadi dilembaga pendidikan non formal seperti pondok pesantren dan madrasah diniyah, akan tetapi juga di sekolah Islam, madrasah dan perguruan tinggi. Oleh karena itu harus dicari terobosan baru dan inovasi yang relevan dengan zaman, sehingga isi dan metodologi pendidikan Islam menjadi aktual-kontekstual. Dengan demikian, pelaksanaan pendidikan Islam akan relevan dan sesuai dengan gerak perubahan dan tuntutan zaman.

Kajian epistemologis dalam wilayah keilmuan apapun tidak bisa dihindarkan dari mempersoalkan konstruksi cara berfikir dan mentalitas keilmuan. Sedang cara berfikir itu, dipengaruhi oleh gerak perubahan zaman yang melingkarinya serta corak tantangan kehidupan yang dihadapi oleh setiap generasi. Secara historis pendidikan Islam memiliki pengalaman dan budaya yang sebetulnya itu menjadi nilai berharga untuk menata kembali gerak dan dinamika pendidikan Islam yang berkualitas.

Konstruksi epistemologis yang bergerak inilah yang membutuhkan corak pemikiran dan mentalitas yang kreatif, inovatif–positif seperti yang diisyaratkan Fazlur Rahman. Sehingga secara aktif konstruktif akan selalu berupaya dan berusaha membangun kerangka metodologis baru, karena tidak puas dengan anomali-anomali yang melekat pada kerangka metodologis yang selama ini telah berjalan secara konvensional–tradisional. [1] Baca lebih lanjut

UNSUR EMPIRI DALAM PROSES PENDIDIKAN

Latar Belakang
Proses pendidikan merupakan kegiatan mobilitas segenap komponen pendidikan oleh pendidik terarah kepada pencapaian tujuan pendidikan, Kualitas proses pendidikan menggejala pada dua segi, yaitu kualitas komponen dan kualitas pengelolaannya , pengelolaan proses pendidikan meliputi ruang lingkup makro, meso, mikro. Adapun tujuan utama pengelolaan proses pendidikan yaitu terjadinya proses belajar dan pengalaman belajar yang optimal.

Rumusan Masalah

Adapun masalah yang dapat kita ungkapkan dalam pembahasan ini  adalah sebagai berikut :

  1. Apa itu proses pendidikan ?
  2. Apa saja unsur pendidikan ?
  3. Apa saja unsur empiri dalam proses pendidikan ?

Tujuan dan Manfaat Pembahasan

Dengan pembahasan ini diharapkan :

  1. Mengenal dan memahami makna proses pendidikan,
  2. Adanya perhatian terhadap unsur-unsur pendidikan yang secara langsung terlibat dalam proses pendidikan,
  3. Mengenal unsur empiri dalam sebuah proses pendidikan, Baca lebih lanjut